Laman

20 September 2010

Tiga - a story about Love




Judul: Tiga - a story about Love
Pengarang: retagalih.pHe
Kertas: Book paper 58 gram
Jumlah halaman : 160 hlm
Cetakan : Pertama, 2010
ISBN : 978-602-97180-1-0
Harga : Rp. 35.000,-

Tentang TIGA kakak beradik public figure, yang berjuang bersama, dengan kewajiban berbagi cerita lewat infotainment.

RACHEL, Desainer sukses yang tak tamat SMA, bergelut dengan gangguan jiwa selama 10 tahun terakhir, selain tanggung pedih karena dicampakkan model tampan terkenal pengejar popularitas. Kehadiran Desainer Interior pemilik Yayasan Sosial, mampu hapus luka. Namun status duda 2 anak penderita down syndrome jadi berita besar.

PAXIE, marketing manager mapan bertanggungjawab, setia relakan sempurna hidup untuk dampingi penulis cantik yang mengidap kanker otak. Kehilangan menghantui, ditemani pengorbanan demi beri bahagia yang tak mungkin diraih lewat kesembuhan.

LEXIE, aktor muda idola ABG, pasrah terima HIV+ sebagai akibat hidup liar bebas tak bermoral yang 11 tahun dijalani. Masalah merumit, kala saudara angkatnya terkena imbas dari kelam masalalu.

Apakah keTIGAnya bertahan dalam citra buruk saat masa lalu terkuak dan dipergunjingkan? Mampukah mereka genggam cinta sejati kala orangtua menentang, masyarakat mengecam dan dunia tunjukkan arogansi? Apalagi yang dihadapi saat masa lalu yang jadi dasar masalah di masa kini, kembali bersama munculnya Sang Ayah, yang tinggalkan luka hati? Akankah bahagia diraih? TIGA menjawab semuanya.

Cerita yang gambarkan bagaimana kebangkitan jiwa semangati langkah sambut masa depan. Tak penting seseorang tumbuh dari masalalu kelam atau terang, karena dahulu, kini dan akan datang hanyalah pohon kehidupan yang harus dipanjati agar suatu saat mati dalam angkuh kemenangan.

editor's note : Novel dengan 160 halaman ini tak hanya mengulas tentang perjalanan hidup mereka, namun juga membuka lembar perjalanan hidup yang terkadang tidak kita sadari ada disekitar kita. kemurnian cinta yang kini tak banyak ditemui, perjuangan tanpa henti, dan iman yang menjadi patokan menjalani hidup.

selamat merenung.. :)

03 Agustus 2010

review - Djangkrik!!! Djogdja in trouble


..Dia mengacuhkan lorong yang sepi. Ruang kosong di dekat tangga yang pintunya menganga lebar pun sengaja tidak dipandangnya. Pokoknya, dia harus berani melewati koridor ini dan segera masuk ke radio. Radio, radio, dan si Djangkrik yang membakar ruang siaran radio memenuhi pikirannya.

Sesampainya di Radio, Venus langsung berlari ke ruang siaran. Djangkrik cuman pasang tampang memelas dan hampir nangis. Beneran, lho. Dia kebingungan.

“Gimana? Udah bisa?” tanya Venus. Djangkrik cuma geleng kepala. Venus lalu mengalihkan pandangan ke kaki Djangkrik. ‘Masih nginjek tanah’ pikirnya. Berarti, Djangkrik belom kesetrum dan 100% masih manusia. Dengan segera Venus berlari ke ruang pemancar. Oke... Pemancar masih utuh, enggak gosong, angus atau kebakar. Venus terus berpikir. Apa sih yang salah?

Djangkrik tidak bisa tinggal diam. Dia ikut ngebantu Venus yang lagi nyari sebab musabab kenapa radio ini nggak mau on air.

“Ve, AC-nya nyala, Galon terisi penuh ama remote tv berfungsi dengan baik” ujar Djangkrik sambil merasa sedikit lega. Venus cuma geleng-geleng kepala.

“DJANGKRIK!!! Apa hubungannya antara radio yang konslet sama AC, Galon dan remote tv???” tanya Venus histeris. Djangkrik nggak jadi lega. Dia kembali panik, lompat-lompat, goyang patah-patah lalu kayang sambil keliling ruangan.

“Ve...aduh...gimana nih?” tanya Jangkrik yang semakin panik. Seketika Venus berlari ke ruang siaran. Dan ternyata...

Review novel LadangIde kali ini adalah Djangkrik!!! Djogja in trouble karya Dayan Gumay.

Novel setebal 12 milimeter ini berisi perjalanan hidup Djangkrik menjalani kehidupan mahasiswa dengan pemikiran dan kelakuannya yang mengkombinasikan polos, lugu, dan sok tahu. seperti makan es krim buncis sambil nyelem di Laut banda. ringan, aneh tapi menantang.

Seperti halnya novel lain, jalan cerita di novel ini mudah ditebak, yakni akhir cerita ada di halaman terakhir. selaen itu, semua kisah di novel ini berjalan dengan cucuran air mata, semangat juang yang tinggi, diselingi pemikiran mendasar tentang bagaimana hidup berjalan.

Saran dari kita, siapkan waktu luang dan ketahanan tubuh untuk tidak ke kamar mandi selama menghadapi kisah Djangkrik melawan dosen killer, temen kost ganteng, dan yang terutama, melawan pemikirannya sendiri. Sangat tidak direkomendasikan untuk dibaca anak dibawah 2 taon. mendingan dibacain aja, itupun kalo ngerti.


akhir kata, belilah dimana aja kalian bisa nemuin. jangan cuma nyewa aja yap.. :)