Laman

03 Agustus 2010

review - Djangkrik!!! Djogdja in trouble


..Dia mengacuhkan lorong yang sepi. Ruang kosong di dekat tangga yang pintunya menganga lebar pun sengaja tidak dipandangnya. Pokoknya, dia harus berani melewati koridor ini dan segera masuk ke radio. Radio, radio, dan si Djangkrik yang membakar ruang siaran radio memenuhi pikirannya.

Sesampainya di Radio, Venus langsung berlari ke ruang siaran. Djangkrik cuman pasang tampang memelas dan hampir nangis. Beneran, lho. Dia kebingungan.

“Gimana? Udah bisa?” tanya Venus. Djangkrik cuma geleng kepala. Venus lalu mengalihkan pandangan ke kaki Djangkrik. ‘Masih nginjek tanah’ pikirnya. Berarti, Djangkrik belom kesetrum dan 100% masih manusia. Dengan segera Venus berlari ke ruang pemancar. Oke... Pemancar masih utuh, enggak gosong, angus atau kebakar. Venus terus berpikir. Apa sih yang salah?

Djangkrik tidak bisa tinggal diam. Dia ikut ngebantu Venus yang lagi nyari sebab musabab kenapa radio ini nggak mau on air.

“Ve, AC-nya nyala, Galon terisi penuh ama remote tv berfungsi dengan baik” ujar Djangkrik sambil merasa sedikit lega. Venus cuma geleng-geleng kepala.

“DJANGKRIK!!! Apa hubungannya antara radio yang konslet sama AC, Galon dan remote tv???” tanya Venus histeris. Djangkrik nggak jadi lega. Dia kembali panik, lompat-lompat, goyang patah-patah lalu kayang sambil keliling ruangan.

“Ve...aduh...gimana nih?” tanya Jangkrik yang semakin panik. Seketika Venus berlari ke ruang siaran. Dan ternyata...

Review novel LadangIde kali ini adalah Djangkrik!!! Djogja in trouble karya Dayan Gumay.

Novel setebal 12 milimeter ini berisi perjalanan hidup Djangkrik menjalani kehidupan mahasiswa dengan pemikiran dan kelakuannya yang mengkombinasikan polos, lugu, dan sok tahu. seperti makan es krim buncis sambil nyelem di Laut banda. ringan, aneh tapi menantang.

Seperti halnya novel lain, jalan cerita di novel ini mudah ditebak, yakni akhir cerita ada di halaman terakhir. selaen itu, semua kisah di novel ini berjalan dengan cucuran air mata, semangat juang yang tinggi, diselingi pemikiran mendasar tentang bagaimana hidup berjalan.

Saran dari kita, siapkan waktu luang dan ketahanan tubuh untuk tidak ke kamar mandi selama menghadapi kisah Djangkrik melawan dosen killer, temen kost ganteng, dan yang terutama, melawan pemikirannya sendiri. Sangat tidak direkomendasikan untuk dibaca anak dibawah 2 taon. mendingan dibacain aja, itupun kalo ngerti.


akhir kata, belilah dimana aja kalian bisa nemuin. jangan cuma nyewa aja yap.. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar